Muara angke… hmm aromanya!

selepas nuntasi tugas negara pagi ini…. membereskan kamar dan bersih-bersih (maklum belum naik jabatan). ternyata ketika melihat jam, masih pukul setengah 10. gut, I can go now. setelah berpikir beberapa opsi kuputuskan pergi ke ujung utara jakarta, tempat pelelangan dan makan ikan bakar, muara angke. yah sekali – sekali ganti suasana. langsung aku siap – siap: tas kecil, hp, dan dompet pastinya. let’s go!

setelah semuanya persiapan kuanggap lengkap, langsung kukunci kamar kost (maklum masih ngontrak) dan selanjutnya berjalan melalui jalan kuningan barat II. sesampai di ujung jalan baru sadar, muara angke itu dimana ya? hihi. maklum belum pernah kesana sebelumnya. let’s see the information in the internet. pertama browsing di maps-nya mbah google, nanya di mana ya muara angke… loading..loading… keluarlah lokasi muara angke. langkah selanjutnya adalah cari tau akutan umum yang kesana. cari murah dan meriah… :). setelah browsing, ketemu infonya. ada di kaskus gan. katanya naik tn.abang -kalideres terur turun di grogol lanjutin naik angkot pwk B01. I get it, I must go to grogol first. langsung kutunggu di depan perempatan kuningan, nunggu yang jurunan grogol. ketemu P.46 (cililitan-grogol). hanya dengan merogoh kocek 2rb, aku langsung berangkat menuju grogol. “yah… abis-abis. ini mau langsung ke kanan muter. yah abis-abis” kata tukang kernet bisnya. sejurus kemudian aku langsung ke depan pintu bis dan melompat keluar.

celingak-celinguk ke kiri dan ke kanan, ngecek dimana sekarang, wah gak tau. yo wes, cek pake GPS, wah masih 2.4km lagi ke grogol. eh bentar, ternyata 2.4 km dari grogol (mungkin kecamatannya.. :P) karena dari tempatku berhenti tidak jauh ke angkot B01 ngetem. langsung aku naik angkot merah yang udah agak penuh itu, lumayan biar aku gak kejebak ngetem yang lama pikirku. dah betul saja, dua jam kemudian si jagoan merah ini mulai meraung, pertanda siap untuk berangkat….

setelah setengah jam di atas angkot, satu – persatu penumpang mulai turun. tinggal kami bertiga. aku, supir, dan satu penumpang lainnya. “saya turun di muara angke ya” kata penumpang bapak – bapak, usia 40th-an sambil merogoh kantong bajunya mengeluarkan uang 50rb. “turun di mana mas”, tanya supir padaku sambil mengembalikan uang pria tersebut. oh kembali 46rb, artinya ongkosnya hanya 4rb. “turun di muara angke” jawabku. “muara angke juga ya” tanya supirnya memastikan. dan sekitar 15 menit kemudian, kubaca tulisan selamat datang di pemukiman nelayan. karena bapak – bapak turun, kupikir sudah saatnya turun. apalahi sudah ada tulisan pemukiman nelayan.

 

 

 

 

 

 

langsung cek lokasi,… loading… my loacation… loading… muara angke, Good. pelan – pelan jalan, alarm tanda sholat dzuhur bunyi di hape. oh masuk waktu dzuhur. yo wes jalan pelan sambil nyari – nyari mesjid, sekalian buat istirahat. setelah 5 menit jalan, terdengar suara adzan, kayaknya gak jauh. dan betul mesjidnya dekat.

sehabis sholat dan duduk istirahat sebentar, kulanjutkan perjalanan. masuk ke pasar muara angke (dari infi yang kukumpulkan dari internet, di dekat pasar ini pusat jajajan serba ikannya). wah betul, gak jalan lama, mulai banyak yang menjajakan otak-otak ikan tenggiri khas makasar. wah mantep nih, langsung kupesan. “ambil sendiri aja mas, nanti bungkusnya dihitung” kata yang jaga. “emang berapaan mas?”, tanyaku. “10 biji 6rb” jawab si penjaga. hmmm… aromanya mantap, panas – panas pula. langsung kusikat ditemani minute maid dingin yang di jual di kios sebelah.

setelah membayar otak-otak dan minumannya, yang hampir lupa. kupikir lihat – lihat laut dulu sebelum makan siang.”nggak jauh kok mas, paling 100 meteran dari sini”, kata yang jual otak-otak. sip!

wah cukup bagus lautnya, bukan pantai lho tapi memang laut . tidak terlalu ramai pula. mungkin karena ini bukan tempat rekreasi. tapi boleh masuk gak ya? ah pura-pura tidak tau aja. eh ternyata gak ditanya. begitu sampai dalam kulangsung naik keatas pemecah ombak, kulihat laut airnya biru walaupun ada juga sampah yang dibuang orang sembarangan, tapi cukup terawat lah untuk ukuran dermaga.

pelan – pelan kutelusuri pemecah ombak. dan langsung saja ketemu dengan banyak orang yang lagi sibuk menurunkan dan menimbang ikan. rupanya ini kapal yang baru sandar sehabis melaut. lumayan banyak bawaanya. satu keranjang plastik bisa mencapai 70kg lebih, dan kuperkirakan totalnya ada 20 keranjang lebih disana. ikan segar itu langsung ditimbang dan proses tawar menawar pun dimulai.

setelah satu jam lebih keliling-keliling, aku putuskan cari rumah makan, dan makan ikan bakar segar. …ssep, langsung menuju tempat jajanan ikan. setelah cek-cek, kupilih satu tempat makan. kayaknya cocok nih, muslim, insya Allah terjamin halal makanannya. “mbak ada menunya yang bisa saya lihat” ke perumpan usia 20-an. setelah ku cek. “mbak saya minta udang dong. ohy apa bedanya dengan udang tiger?” tanyaku. “oh tiger lebih besar, jawab si mbak”. “oh gitu, kalau harganya berapa?” tanyaku penasaran. “90rb.” jawabnya singkat. “oh, kalau yang udang aja?” ujarku melanjutkan, “80rb” jawab si mbak. makin penasaran aku tanya lagi “kalau udang galah mbak”, oh itu lebih mahal lagi: 140rb.” sambil si mbak melanjutkan “itu untuk 1 kg”. busyeet…. 1 kg mbok, gimana cara makannya?. “yang perporsi gak ada ya mbak?” langsung ingin kupastikan. “gak ada mas, disini rata-rata sama, kita jualnya perkilo”, jawabnya langsung menjelaskan. “oh gitu, ya udah deh mbak. satu kilo kebanyakan, gimana cara menghabiskannnya?. jadi gak jadi ya. makasih ya mbak” jawabku setelah mendapat penjelasannya. perlahan aku keluar dari rumah makan dengan rasa kecewa, karena gagal makan ikan bakar. :( yo wes lah, lain kali. kalau bawa keluarga, bisa dibawa kesini untuk makan-makan bareng.

walaupun bisa dibilang target makan ikan bakar gagal, tapi setidaknya hari ini aku melihat tempat baru. tempat yang berbeda dengan rutinitas harianku. pemandangan yang berbeda, suasana yang berbeda, dan tentunya aroma yang berbeda pula. Alhamdulillah. :)

This entry was posted in hide out. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s